
Sodium sianida adalah senyawa kimia yang sangat beracun. Karena bahayanya yang sangat tinggi, peraturan dan pedoman yang ketat harus dipatuhi selama penyimpanannya untuk mencegah kecelakaan, melindungi kesehatan manusia, dan menjaga lingkungan.
1. Persyaratan Fasilitas
1.1 Lokasi Penyimpanan
Isolasi: Natrium sianida harus disimpan di fasilitas penyimpanan khusus dan terisolasi yang terpisah dari bahan kimia lain, terutama yang dapat bereaksi dengannya. Isolasi ini membantu mencegah potensi reaksi kimia yang dapat menyebabkan pelepasan gas hidrogen sianida yang beracun. Misalnya, tidak boleh disimpan di dekat asam karena reaksi antara Sodium sianida dan asam dapat menghasilkan gas hidrogen sianida yang sangat beracun.
Jauh dari Daerah Berpenduduk: Lokasi penyimpanan harus jauh dari pemukiman, sekolah, rumah sakit, dan tempat umum lainnya. Hal ini mengurangi risiko bahaya bagi banyak orang jika terjadi pelepasan yang tidak disengaja. Kawasan industri dengan penyangga pengaman yang tepat merupakan lokasi ideal untuk menyimpan Natrium Sianida.
1.2 Konstruksi Bangunan
Struktur yang Kuat: Bangunan penyimpanan harus dibangun dengan bahan yang kuat dan tahan lama. Harus mampu menahan kekuatan eksternal seperti bencana alam (misalnya gempa bumi, angin kencang) untuk mencegah kerusakan struktural yang dapat menyebabkan kebocoran. natrium sianidaStruktur beton bertulang sering kali dipilih karena kekuatan dan stabilitasnya.
Lantai dan Dinding Kedap Air: Lantai dan dinding area penyimpanan harus terbuat dari bahan kedap air. Ini mencegah kebocoran larutan natrium sianida jika terjadi tumpahan dan juga melindungi struktur bangunan dari efek korosif bahan kimia tersebut. Lantai dan dinding berlapis epoksi umumnya digunakan di fasilitas penyimpanan tersebut.
2. Peraturan Kontainer Penyimpanan
2.1 Bahan Wadah
kecocokan: Wadah untuk menyimpan natrium sianida harus terbuat dari bahan yang cocok dengan bahan kimia tersebut. Wadah baja sering digunakan karena memiliki ketahanan yang baik terhadap sifat korosif natrium sianida. Namun, wadah tersebut perlu dilapisi atau dilapisi dengan benar untuk mencegah karat, yang dapat membahayakan integritas wadah seiring waktu.
Integritas Segel: Wadah harus memiliki tutup atau penutup yang rapat untuk mencegah masuknya uap air dan udara, karena natrium sianida bersifat higroskopis dan dapat bereaksi dengan uap air di udara untuk menghasilkan hidrogen sianida. Wadah dengan segel ganda atau yang memiliki sistem paking khusus direkomendasikan untuk memastikan integritas segel yang maksimal.
2.2 Pelabelan Wadah
Identifikasi yang Jelas: Semua wadah yang menyimpan natrium sianida harus diberi label yang jelas dengan nama kimia, "Natrium Sianida," dalam huruf besar dan mudah dibaca. Label tersebut juga harus mencantumkan nomor CAS (143 - 33 - 9 untuk natrium sianida) untuk memudahkan identifikasi dan referensi silang jika terjadi keadaan darurat.
Peringatan Bahaya: Peringatan bahaya yang jelas harus dicantumkan pada label wadah. Peringatan ini harus mencakup informasi tentang tingkat toksisitas bahan kimia yang ekstrem, potensi pelepasan gas saat bersentuhan dengan air, dan tindakan pencegahan yang diperlukan dalam penanganannya. Piktogram yang menunjukkan tingkat toksisitas dan bahaya juga harus dicantumkan sesuai dengan standar internasional seperti yang ditetapkan oleh Sistem Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia yang Diharmonisasikan Secara Global (GHS).
3. Pengendalian Kondisi Lingkungan
3.1 Suhu dan Kelembaban
Lingkungan Sejuk dan Kering: Natrium sianida harus disimpan di lingkungan dengan suhu dan kelembapan yang terkontrol. Kisaran suhu ideal biasanya antara 15 - 25°C, dan kelembapan relatif harus dijaga di bawah 60%. Suhu yang tinggi dapat meningkatkan laju reaksi kimia yang potensial, sementara kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan natrium sianida menyerap kelembapan dan mulai melepaskan gas hidrogen sianida. Sistem pendingin udara dan dehumidifikasi dapat dipasang di fasilitas penyimpanan untuk menjaga kondisi ini.
Ventilasi: Ventilasi yang memadai sangat penting di area penyimpanan. Ventilasi membantu membuang gas hidrogen sianida yang berpotensi bocor dan mencegah akumulasinya ke tingkat yang berbahaya. Sistem ventilasi harus dirancang untuk membuang udara ke lokasi yang aman, jauh dari area padat penduduk dan fasilitas sensitif lainnya.
3.2 Perlindungan dari Cahaya
Penyimpanan Tahan Cahaya: Meskipun natrium sianida tidak terlalu peka terhadap cahaya, sebaiknya disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan degradasi bahan kimia dari waktu ke waktu, yang dapat memengaruhi stabilitasnya dan meningkatkan risiko reaksi yang tidak diinginkan. Menggunakan wadah penyimpanan yang tidak tembus cahaya atau menyimpan bahan kimia di ruangan berwarna gelap dapat membantu mengurangi dampak cahaya.
4. Tindakan Keselamatan dan Keamanan
4.1 Sistem Keamanan
Access Control: Fasilitas penyimpanan harus memiliki langkah-langkah pengendalian akses yang ketat. Hanya personel yang berwenang dan telah dilatih dalam penanganan dan penyimpanan natrium sianida yang tepat yang boleh diizinkan masuk ke area tersebut. Sistem kartu kunci, pengendalian akses biometrik, atau petugas keamanan dapat digunakan untuk menegakkan hal ini.
Kamera pengawas: Memasang kamera pengawas di sekitar area penyimpanan membantu memantau aktivitas yang tidak sah. Kamera harus mencakup semua titik masuk dan keluar serta area tempat natrium sianida disimpan. Rekaman yang direkam harus disimpan dalam jangka waktu yang cukup (misalnya, minimal 30 hari) untuk referensi di masa mendatang jika terjadi insiden.
4.2 Peralatan Tanggap Darurat
Alat Pelindung Diri (APD): Persediaan APD yang memadai harus tersedia di dekat area penyimpanan. Ini termasuk pakaian tahan bahan kimia, sarung tangan, sepatu bot, dan alat bantu pernapasan mandiri (SCBA). APD harus berkualitas tinggi dan mematuhi standar keselamatan yang relevan. Pemeriksaan dan pemeliharaan APD secara berkala diperlukan untuk memastikan efektivitasnya.
Peralatan Tanggap Tumpahan: Peralatan penanggulangan tumpahan harus tersedia di area penyimpanan. Peralatan ini harus berisi bahan penyerap, agen penetral (seperti larutan natrium hipoklorit yang dapat digunakan untuk menetralkan tumpahan kecil natrium sianida), dan peralatan untuk membersihkan tumpahan. Peralatan harus diperiksa dan diisi ulang secara berkala untuk memastikan peralatan berfungsi dengan baik.
5. Kepatuhan terhadap Peraturan
5.1 Peraturan Lokal, Nasional, dan Internasional
Kepatuhan dengan Hukum: Penyimpanan natrium sianida harus mematuhi semua peraturan lokal, nasional, dan internasional. Di Amerika Serikat, misalnya, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) memiliki peraturan khusus mengenai penyimpanan dan penanganan bahan kimia yang sangat beracun seperti natrium sianida. Peraturan ini mencakup aspek-aspek seperti pelatihan keselamatan bagi karyawan, pelabelan wadah yang tepat, dan pemasangan peralatan keselamatan.
Persyaratan pelaporan: Fasilitas yang menyimpan natrium sianida mungkin diharuskan melaporkan tingkat persediaan, kondisi penyimpanan, dan setiap insiden yang terkait dengan bahan kimia tersebut kepada otoritas regulasi terkait. Pelaporan ini membantu otoritas untuk memantau dan memastikan penyimpanan dan penanganan natrium sianida yang aman di seluruh wilayah.
5.2 Audit dan Inspeksi Reguler
Audit internal: Fasilitas penyimpanan harus melakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa semua praktik penyimpanan sesuai dengan peraturan dan pedoman yang ditetapkan. Audit ini dapat dilakukan oleh tim keselamatan fasilitas itu sendiri dan harus mencakup aspek-aspek seperti integritas kontainer, kondisi lingkungan, dan ketersediaan peralatan tanggap darurat.
Inspeksi Eksternal: Pihak berwenang yang berwenang dapat melakukan inspeksi eksternal berkala terhadap fasilitas penyimpanan. Inspeksi ini dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap hukum dan mengidentifikasi potensi risiko keselamatan. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda yang besar dan konsekuensi hukum lainnya bagi fasilitas tersebut.
- Konten Acak
- Konten panas
- Konten ulasan panas
- SERTIFIKAT SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN
- Kolektor mineral sulfida logam 95% IPETC Z-200
- Detonator Tabung Kejut Berkekuatan Tinggi dan Presisi Tinggi
- Toluene
- Barium karbonat 99% bubuk
- Bubuk Kalsium Karbonat Ringan Berat Kelas Makanan Granular 99%
- Litium klorida, 99.0%, 99.5%
- 1Sodium Sianida (CAS: 143-33-9) dengan Harga Diskon untuk Pertambangan - Kualitas Tinggi & Harga Kompetitif
- 2Natrium Sianida 98% CAS 143-33-9 Agen pelapis emas Penting untuk Industri Pertambangan dan Kimia
- 3Peraturan Baru Tiongkok tentang Ekspor Natrium Sianida dan Panduan bagi Pembeli Internasional
- 4Kode Pengelolaan Sianida Internasional (Natrium Sianida) - Standar Penerimaan Tambang Emas
- 5Pabrik Cina Asam Sulfat 98%
- 6Sodium Cyanide (CAS: 143-33-9) Sertifikat pengguna akhir (versi bahasa Mandarin dan Inggris)
- 7Asam Oksalat Anhidrat 99.6% Kelas Industri
- 1Natrium Sianida 98% CAS 143-33-9 Agen pelapis emas Penting untuk Industri Pertambangan dan Kimia
- 2Kemurnian Tinggi · Kinerja Stabil · Pemulihan Lebih Tinggi — natrium sianida untuk pelindian emas modern
- 3Natrium Sianida 98%+ CAS 143-33-9
- 4Natrium Hidroksida, Serpihan Soda Kaustik, Mutiara Soda Kaustik 96%-99%
- 5Suplemen Nutrisi Makanan Adiktif Sarcosine 99% min
- 6Peraturan dan Kepatuhan Impor Natrium Sianida – Memastikan Impor yang Aman dan Patuh di Peru
- 7United ChemicalTim Riset Menunjukkan Kewibawaan Melalui Wawasan Berbasis Data













Konsultasi pesan online
Tambahkan komentar: