Natrium Sianida: Bahan Penting dalam Peleburan Emas Industri

Natrium Sianida: Bahan Penting dalam Peleburan Emas Industri Ekstraksi Pelindian Sianida No. 1gambar

Di dunia yang kompleks dan menarik, Peleburan Emas Industri, Natrium Sianida memainkan peranan yang sangat penting dan tak tergantikan. Bahan kimia yang sangat penting ini telah menjadi landasan Ekstraksi Emas proses ini berlangsung selama lebih dari satu abad, dan kepentingannya tetap ada dalam operasi penambangan modern.

Dasar-Dasar Sodium Sianida

Sodium sianida, dengan rumus kimia NaCN, adalah senyawa yang terdiri dari gugus siano, yang memiliki ikatan rangkap tiga karbon dan nitrogen. Senyawa ini hadir dalam dua bentuk utama dalam aplikasi industri: padat dan cair. Padat natrium sianida biasanya diproduksi sebagai briket kristal putih, juga dikenal sebagai “sianoid.” Briket ini sangat larut dalam air, yang merupakan sifat penting untuk penggunaannya dalam proses penambangan emas. Sodium sianida, di sisi lain, diangkut ke lokasi tambang melalui tangki iso khusus yang cocok untuk transportasi jalan raya atau kereta api. Bentuk ini memungkinkan penanganan dan distribusi yang lebih mudah dalam operasi penambangan skala besar.

Natrium Sianida dalam Penambangan Emas: Proses Pelindian Sianida

Proses penggunaan natrium sianida untuk mengekstrak emas dari bijih dikenal sebagai Pencucian Sianida atau sianidasi. Metode ini telah merevolusi industri pertambangan emas dengan memungkinkan ekstraksi emas dari bijih bermutu rendah yang sebelumnya tidak ekonomis untuk diproses. Berikut adalah ikhtisar terperinci langkah demi langkah tentang bagaimana proses ini berlangsung:

Persiapan Bijih

Perjalanan ekstraksi emas dimulai dengan persiapan bijih. Bijih yang mengandung emas pertama-tama dihancurkan menjadi bubuk halus menggunakan mesin industri yang kuat. Langkah ini sangat penting karena secara signifikan meningkatkan luas permukaan bijih. Luas permukaan yang lebih besar memungkinkan kontak yang lebih baik antara bijih dan larutan natrium sianida dalam langkah pelindian berikutnya. Misalnya, dalam tambang emas skala besar, penghancur besar digunakan untuk memecah bijih menjadi partikel yang lebih kecil, terkadang berukuran beberapa milimeter. Setelah dihancurkan, bijih dapat melalui proses penggilingan lebih lanjut untuk mencapai ukuran partikel yang diinginkan untuk pelindian sianida yang optimal.

Pencucian

Setelah bijih berada dalam bentuk bubuk yang sesuai, bijih tersebut ditambahkan ke larutan natrium sianida yang dipantau dengan saksama. Selama proses pelindian ini, terjadi reaksi kimia yang luar biasa. Molekul emas dalam bijih membentuk ikatan yang sangat kuat dengan natrium sianida, berubah menjadi bentuk yang larut dalam air. Persamaan kimia untuk reaksi ini adalah sebagai berikut: 4Au + 8NaCN + O2+ 4H4O = XNUMXNa(Au(CN)XNUMX)+ XNUMXNaOH. Dalam reaksi ini, emas bereaksi dengan natrium sianida, oksigen, dan air untuk membentuk kompleks emas-sianida yang larut, natrium aurosianida (Na(Au(CN)XNUMX)). Oksigen dalam reaksi tersebut bertindak sebagai zat pengoksidasi, yang memfasilitasi pelarutan emas. Reaksi ini biasanya terjadi dalam tangki pelindian besar, di mana campuran bijih-sianida terus diaduk untuk memastikan kontak yang seragam dan reaksi yang efisien.

Pemisahan

Setelah emas berhasil dilarutkan ke dalam larutan, tantangan berikutnya adalah memisahkannya dari bijih yang tersisa dan kotoran lainnya. Ada dua metode umum untuk mencapai pemisahan ini.

Salah satu metode melibatkan penggunaan seng untuk mengendapkan emas dari larutan. Seng ditambahkan ke larutan emas-sianida, dan bereaksi dengan kompleks emas-sianida. Dalam reaksi ini, seng menggantikan emas dalam kompleks, membentuk kompleks seng-sianida dan mengubah emas kembali menjadi bentuk padat. Emas padat kemudian dapat dengan mudah dipisahkan dari larutan melalui penyaringan atau teknik pemisahan lainnya.

Metode lain yang banyak digunakan adalah menggunakan karbon aktif untuk menyerap kompleks emas-sianida dari larutan. Karbon aktif memiliki luas permukaan yang besar dan afinitas yang tinggi terhadap kompleks emas-sianida. Larutan dialirkan melalui lapisan karbon aktif, dan kompleks emas-sianida menempel pada permukaan karbon. Karbon yang mengandung emas kemudian diproses lebih lanjut untuk memperoleh emas. Proses ini dapat melibatkan proses seperti desorpsi, di mana emas dikeluarkan dari karbon menggunakan larutan kimia yang sesuai, diikuti oleh elektrolisis untuk memperoleh emas murni.

Keuntungan Menggunakan Natrium Sianida dalam Penambangan Emas

Penggunaan natrium sianida dalam penambangan emas menawarkan beberapa keuntungan tersendiri yang menjadikannya metode yang disukai dalam sebagian besar operasi penambangan emas komersial.

Biaya - Efektivitas

Natrium sianida relatif murah dibandingkan dengan banyak metode ekstraksi emas lainnya. Efektivitas biaya ini merupakan keuntungan utama, terutama bagi perusahaan pertambangan yang menangani operasi skala besar atau bijih dengan kadar rendah. Misalnya, saat menambang bijih dengan kadar rendah yang kandungan emasnya hanya beberapa bagian per juta, menggunakan metode ekstraksi alternatif mungkin sangat mahal. Sebaliknya, penggunaan natrium sianida memungkinkan ekstraksi emas dari bijih ini dengan biaya yang wajar, sehingga membuat operasi penambangan layak secara ekonomi.

Efisiensi tinggi

Pelindian sianida sangat efisien dalam mengekstraksi emas dari bijih. Dalam banyak kasus, pelindian ini dapat mencapai tingkat ekstraksi emas yang melebihi 90%. Efisiensi tinggi ini berarti lebih banyak emas dapat diperoleh dari bijih, sehingga secara signifikan meningkatkan profitabilitas operasi penambangan. Kemampuan untuk mengekstraksi sebagian besar emas yang ada dalam bijih mengurangi limbah dan memaksimalkan nilai sumber daya yang ditambang.

Kelarutan

Natrium sianida memiliki kelarutan yang sangat baik dalam air. Sifat ini memungkinkannya menyebar dengan cepat dan bereaksi dengan emas dalam bijih, sehingga mempercepat proses ekstraksi. Dalam tangki pelindian, natrium sianida yang larut dapat dengan cepat menembus bijih bubuk halus, bersentuhan dengan partikel emas dan memfasilitasi pembentukan kompleks emas-sianida yang larut. Sifat natrium sianida yang bekerja cepat ini berkontribusi pada efisiensi keseluruhan proses ekstraksi emas.

Pertimbangan Keselamatan dan Lingkungan

Meskipun natrium sianida merupakan alat yang ampuh dalam penambangan emas, penting untuk dicatat bahwa zat ini merupakan bahan kimia yang sangat beracun. Akan tetapi, industri pertambangan telah menerapkan protokol keselamatan yang ketat untuk memastikan penanganan natrium sianida yang aman.

Keamanan dalam Penanganan

Di Amerika Utara dan Australia, tidak ada kematian akibat sianida di antara karyawan tambang selama lebih dari 100 tahun, berkat langkah-langkah keselamatan yang ketat ini. Saat menangani natrium sianida, pekerja diharuskan mengenakan perlengkapan pelindung yang sesuai. Ini termasuk masker untuk melindungi dari debu di udara atau gas yang mengandung sedikit sianida. Sarung tangan dan pakaian pelindung juga dikenakan untuk mencegah kontak kulit dengan bahan kimia tersebut. Selain itu, pelatihan yang tepat diberikan kepada semua karyawan yang terlibat dalam penanganan dan penggunaan natrium sianida. Mereka dididik tentang potensi bahaya bahan kimia tersebut dan prosedur yang benar untuk menanganinya guna meminimalkan risiko.

Dampak Lingkungan dan Mitigasi

Dari perspektif lingkungan, perhatian utama adalah potensi sianida untuk meresap ke dalam air permukaan. Ikan dan organisme akuatik lainnya jauh lebih sensitif terhadap sianida daripada manusia, dan penggunaan sianida yang tidak tepat dapat berdampak buruk pada ekosistem asli. Untuk mengurangi risiko ini, perusahaan pertambangan menggunakan berbagai metode untuk mengelola dan mengolah larutan yang mengandung sianida.

Banyak tambang memiliki pabrik pengolahan di lokasi untuk mendetoksifikasi sianida sebelum membuang airnya. Pabrik pengolahan ini menggunakan proses kimia untuk memecah sianida menjadi zat yang tidak terlalu berbahaya. Selain itu, sistem penahanan juga tersedia untuk mencegah pelepasan larutan yang mengandung sianida secara tidak sengaja. Misalnya, kolam berlapis dan tangki penyimpanan digunakan untuk menyimpan larutan sianida, dan pemantauan ketat dilakukan untuk mendeteksi kebocoran atau tumpahan dengan segera.

Kesimpulan

Natrium sianida telah, dan terus menjadi, bahan kimia penting dalam industri pertambangan emas. Kemampuannya yang unik untuk mengekstraksi emas dari bijih secara efisien dengan biaya yang relatif rendah telah menjadikannya bagian integral dari operasi pertambangan emas modern. Meskipun masalah keselamatan dan lingkungan dikaitkan dengan penggunaannya, industri pertambangan telah membuat kemajuan signifikan dalam mengembangkan prosedur penanganan yang aman dan strategi pengelolaan lingkungan yang efektif. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, akan menarik untuk melihat apakah metode baru ekstraksi emas akan muncul. Namun, di masa mendatang, natrium sianida kemungkinan akan tetap menjadi pemain kunci dalam upaya untuk membuka nilai emas dari bijih.

Anda juga mungkin menyukai

Konsultasi pesan online

Tambahkan komentar:

+8617392705576Kode QR WhatsAppKode QR TelegramPindai kode QR
Tinggalkan pesan untuk konsultasi
Terima kasih atas pesan Anda, kami akan segera menghubungi Anda!
Kirim
Layanan Pelanggan Online