Bagaimana persyaratan ketat harus diikuti saat mengangkut natrium sianida?


Bagaimana persyaratan ketat harus dipenuhi saat mengangkut natrium sianida? Kepatuhan Peraturan Pengangkutan Natrium Sianida No. 1 (gambar)

Sodium sianida merupakan bahan baku kimia dasar yang penting, banyak digunakan dalam berbagai industri seperti pertambangan, pelapisan listrik, dan manufaktur kimia. Namun, karena toksisitasnya yang sangat tinggi, kebocoran atau penanganan yang tidak tepat selama Transportasi dapat menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, pengangkutan Natrium Sianida harus mematuhi persyaratan yang ketat.

1. Kepatuhan terhadap Peraturan

1.1 Kerangka Hukum

Di sebagian besar negara, transportasi natrium sianida diatur secara ketat oleh undang-undang dan peraturan yang relevan. Misalnya, di Amerika Serikat, Departemen Transportasi (DOT) memiliki peraturan terperinci dalam Kode Peraturan Federal (CFR), Judul 49. Peraturan ini mencakup aspek-aspek seperti pengemasan, pelabelan, plakat, dan pelatihan personel transportasi. Di Tiongkok, "Peraturan tentang Manajemen Keselamatan Bahan Kimia Berbahaya" dengan jelas mendefinisikan persyaratan manajemen keselamatan untuk pengangkutan bahan kimia yang sangat beracun seperti Sodium sianidaEksportir perlu memperoleh izin ekspor untuk bahan kimia yang dikendalikan dari otoritas nasional sebelum mengekspor, dan sertifikat penggunaan akhir diperlukan untuk memperoleh izin ekspor.

1.2 Izin dan Lisensi

Perusahaan transportasi harus memperoleh izin dan lisensi khusus untuk mengangkut natrium sianida. Izin ini biasanya dikeluarkan oleh departemen pemerintah terkait setelah peninjauan menyeluruh terhadap sistem manajemen keselamatan, peralatan transportasi, dan kualifikasi karyawan perusahaan. Misalnya, dalam pengangkutan barang berbahaya di Uni Eropa, perusahaan harus mematuhi peraturan ADR (Perjanjian Eropa tentang Pengangkutan Barang Berbahaya Internasional melalui Jalan Raya) dan memperoleh sertifikat ADR yang diperlukan.

2. Pengemasan dan Pelabelan

2.1 Bahan Kemasan

  • Natrium Sianida Padat: Natrium sianida padat sering diangkut dalam drum baja dengan berat bersih 50 kg. Drum ini dilengkapi dengan kantong PE bagian dalam untuk mencegah kebocoran. Kotak kayu lapis dengan berat bersih 1000 kg, dilapisi dengan kantong anyaman laminasi PE dan PP bagian dalam, juga umum digunakan. Bahan kemasan harus tahan korosi dan memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan guncangan penanganan dan transportasi normal.

  • Larutan Natrium Sianida: Natrium sianida cair biasanya diangkut dalam sistem "tight-fill" (loop tertutup). Untuk transportasi kereta api, ia dimuat atau diturunkan ke dalam gerbong kereta melalui selang kimia atau lengan pemuatan berlapis PTFE. Truk tangki yang digunakan untuk mengangkut larutan natrium sianida harus memenuhi persyaratan DOT yang ditetapkan, seperti MC 307 atau kontainer kimia ISO bertekanan rendah. Semua trailer harus dilengkapi dengan katup pelepas tekanan, dan trailer dengan saluran keluar bawah harus dilengkapi dengan katup penghenti yang dikendalikan dari jarak jauh.

2.2 Pelabelan dan Pemasangan Plakat

  • Label peringatan: Semua kemasan yang berisi natrium sianida harus diberi label peringatan yang jelas. Label ini harus mencantumkan nama bahan kimia, sifat racunnya, dan peringatan bahaya yang diperlukan, seperti "Racun", "Beracun jika Terhirup", dan "Bahaya: Dapat Menyebabkan Kematian". Label harus ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami di area pengangkutan.

  • lemari: Kendaraan yang mengangkut natrium sianida harus memajang plakat yang sesuai di keempat sisinya. Plakat ini berupa tanda besar berbentuk berlian yang dengan jelas mengidentifikasi sifat berbahaya kargo. Untuk natrium sianida, plakat biasanya akan mencantumkan nomor PBB (UN1689 untuk natrium sianida padat dan UN3414 untuk larutan natrium sianida), kelas (Kelas 6.1. yang menunjukkan zat beracun), dan simbol bahaya yang sesuai.

3. Peralatan dan Kondisi Transportasi

3.1 Persyaratan Kendaraan

  • Transportasi Kereta Api: Natrium sianida biasanya dikirim dalam gerbong tangki DOT-26.000 berinsulasi atau tidak berinsulasi berkapasitas 111 galon dengan katup pengaman. Gerbong kereta api memiliki diameter luar sekitar 9 kaki dan panjang keseluruhan 45 - 55 kaki, dengan bukaan tengah 6' x 6' atau bukaan kotak penahan benturan. Gerbong tangki harus diperiksa secara berkala untuk mengetahui tanda-tanda korosi, kebocoran, atau kerusakan.

  • Transportasi Jalan: Truk tangki yang digunakan untuk mengangkut natrium sianida harus memenuhi standar keselamatan yang ketat. Truk tangki harus dilengkapi dengan perangkat keselamatan seperti katup pemutus darurat, pengukur tekanan, dan perlindungan anti-terguling. Kendaraan juga harus memiliki sistem pengereman yang andal dan dirawat dengan baik untuk memastikan transportasi yang aman di jalan.

  • Transportasi udara: Saat mengangkut natrium sianida melalui udara, diperlukan tindakan pencegahan khusus. Misalnya, dalam kasus di mana 25.7 ton sianida perlu diangkut dari Xi'an ke Mongolia, maskapai penerbangan mengambil beberapa langkah pengamanan. Kargo dikemas dalam bentuk "paket dalam kantong tertutup + paket luar drum baja". Drum baja yang diisi dengan natrium sianida dipasang dengan kuat pada baki penahan tekanan untuk mencegah benturan dan pergerakan selama penerbangan. Maskapai penerbangan biasanya menugaskan awak pesawat yang berpengalaman untuk penerbangan kargo khusus tersebut.

3.2 Kondisi Lingkungan

  • Kontrol Suhu dan Kelembaban: Natrium sianida harus diangkut di lingkungan yang terhindar dari suhu dan kelembapan tinggi. Suhu tinggi dapat meningkatkan risiko reaksi kimia, dan kelembapan dapat menyebabkan natrium sianida padat menyerap kelembapan dan berpotensi melepaskan gas hidrogen sianida yang beracun. Kendaraan dan fasilitas penyimpanan harus dilengkapi dengan perangkat pengontrol suhu dan kelembapan yang sesuai jika diperlukan.

  • Penghindaran Guncangan dan Getaran: Selama pengangkutan, kendaraan harus terhindar dari guncangan dan getaran yang berlebihan. Mengemudi secara kasar, seperti sering mengerem mendadak dan berbelok tajam, dapat menyebabkan paket bertabrakan dan berpotensi merusak kemasan, yang mengakibatkan kebocoran. Oleh karena itu, pengemudi harus dilatih untuk mengemudi dengan lancar dan menghindari situasi seperti itu.

4. Pelatihan Personel dan Langkah-Langkah Keselamatan

4.1 Persyaratan Pelatihan

  • Pelatihan Kesadaran Umum: Semua personel yang terlibat dalam pengangkutan natrium sianida, termasuk pengemudi, pemuat, dan pengawas, harus menerima pelatihan kewaspadaan umum tentang bahan berbahaya. Pelatihan ini mencakup pengetahuan tentang sifat-sifat natrium sianida, potensi bahaya yang ditimbulkannya, dan prosedur keselamatan dasar yang harus diikuti.

  • Fungsi - Pelatihan Khusus: Personel juga harus menerima pelatihan khusus terkait dengan tanggung jawab pekerjaan mereka. Misalnya, pengemudi perlu mengetahui cara menanggapi situasi darurat selama pengangkutan, seperti tumpahan atau kecelakaan kendaraan. Pemuat harus dilatih tentang prosedur bongkar muat yang tepat untuk memastikan keselamatan kargo dan diri mereka sendiri.

  • Pelatihan Berulang: Pelatihan rutin dan berulang diperlukan untuk menjaga pengetahuan dan keterampilan personel tetap mutakhir. Ini membantu memastikan bahwa mereka selalu mengetahui peraturan keselamatan terkini dan praktik terbaik dalam pengangkutan natrium sianida.

4.2 Tindakan Keamanan

  • Alat Pelindung Diri (APD): Saat menangani natrium sianida, semua personel harus mengenakan APD yang sesuai. Ini termasuk sarung tangan karet, celemek, sepatu bot, kacamata, dan masker antidebu atau masker gas. APD membantu mencegah kontak langsung dengan bahan kimia dan menghirup asap beracunnya.

  • Ventilasi: Area bongkar muat, serta bagian dalam kendaraan pengangkut, harus memiliki ventilasi yang baik. Ventilasi yang baik dapat mengurangi konsentrasi gas beracun di udara dan meminimalkan risiko terhirup oleh personel. Di area tempat natrium sianida ditangani dalam waktu lama, peralatan ventilasi mekanis harus dipasang.

  • Rencana Tanggap Darurat: Perusahaan transportasi harus memiliki rencana tanggap darurat yang terperinci. Rencana ini harus menguraikan prosedur yang harus diikuti jika terjadi tumpahan, kebocoran, atau keadaan darurat lainnya. Rencana tersebut harus mencakup informasi kontak untuk badan tanggap darurat yang relevan, seperti pemadam kebakaran setempat, badan perlindungan lingkungan, dan pusat pengendalian racun.

5. Tanggap Darurat dan Manajemen Tumpahan

5.1 Rencana Tanggap Darurat

  • Prosedur yang direncanakan sebelumnya: Jika terjadi kecelakaan atau tumpahan yang melibatkan natrium sianida, rencana tanggap darurat yang telah direncanakan sebelumnya harus segera diaktifkan. Rencana tersebut harus merinci langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi nyawa manusia, mencegah penyebaran tumpahan, dan meminimalkan kerusakan lingkungan. Misalnya, rencana tersebut harus menentukan cara mengevakuasi daerah sekitar, cara menahan tumpahan, dan cara menetralkan natrium sianida.

  • Komunikasi: Komunikasi yang jelas dan efektif sangat penting selama keadaan darurat. Perusahaan transportasi harus segera memberi tahu badan tanggap darurat setempat, serta otoritas regulasi terkait. Selain itu, saluran komunikasi harus dibuat dengan masyarakat sekitar untuk memberi tahu mereka tentang situasi dan tindakan evakuasi atau keselamatan yang diperlukan.

5.2 Pengelolaan Tumpahan

  • Penahanan: Saat terjadi tumpahan, langkah pertama adalah menahan natrium sianida untuk mencegah penyebarannya. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan bahan penyerap, seperti pasir atau alat penampung tumpahan khusus. Area di sekitar tumpahan harus ditutup untuk mencegah akses yang tidak sah.

  • Penetralan: Hidrogen sianida cair (yang dihasilkan ketika natrium sianida bereaksi dengan air) dan natrium sianida yang tersisa harus dinetralkan. Untuk tujuan ini, zat pengoksidasi kuat seperti hidrogen peroksida atau natrium tiosulfat dapat digunakan. Proses netralisasi harus dilakukan oleh profesional terlatih dengan mengikuti prosedur keselamatan yang ketat.

  • Pembersihan dan Pembuangan: Setelah netralisasi, bahan yang terkontaminasi, termasuk bahan penyerap dan tanah atau air yang terkena tumpahan, harus dibersihkan dan dibuang dengan benar. Hal ini biasanya melibatkan pengangkutan bahan ke fasilitas pembuangan limbah berbahaya berlisensi untuk penanganan yang aman.

Kesimpulannya, pengangkutan natrium sianida merupakan operasi yang sangat diatur dan sangat penting bagi keselamatan. Dengan mematuhi semua persyaratan yang terkait Kepatuhan terhadap Regulasi, pengemasan, peralatan transportasi, pelatihan personel, dan tanggap darurat, risiko yang terkait dengan pengangkutan bahan kimia yang sangat beracun ini dapat diminimalkan secara efektif, sehingga menjamin keselamatan manusia dan lingkungan.

Anda juga mungkin menyukai

Konsultasi pesan online

Tambahkan komentar:

+8617392705576Kode QR WhatsAppKode QR TelegramPindai kode QR
Tinggalkan pesan untuk konsultasi
Terima kasih atas pesan Anda, kami akan segera menghubungi Anda!
Kirim
Layanan Pelanggan Online