Berapa kelarutan natrium sianida?

Berapa kelarutan natrium sianida? Kelarutan Natrium Sianida Aplikasi Industri Penambangan Emas No. 1 Gambar

Definisi Kelarutan

Kelarutan mengacu pada jumlah maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut tertentu pada suhu dan tekanan tertentu untuk membentuk larutan homogen. Kelarutan biasanya dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 mililiter (g/100 mL) pelarut atau dalam mol per liter (mol/L).

Kelarutan Natrium Sianida dalam Air

Sodium sianida (NaCN) sangat larut dalam air. Pada suhu kamar (sekitar 25 °C), sekitar 48 gram Sodium sianida dapat larut dalam 100 mililiter air. Saat suhu meningkat, Kelarutan dalam air juga meningkat. Misalnya, pada suhu 34.7 °C, kelarutan Natrium Sianida dalam air sekitar 82 g/100 mL.

Kelarutan tinggi dari natrium sianida dalam air dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Natrium sianida merupakan senyawa ionik, yang terdiri dari kation natrium (Na⁺) dan anion sianida (CN⁻). Air merupakan molekul polar, dengan muatan positif parsial pada atom hidrogen dan muatan negatif parsial pada atom oksigen. Ketika natrium sianida ditambahkan ke dalam air, molekul air polar berinteraksi dengan ion-ion dalam natrium sianida. Ujung positif molekul air tertarik ke anion sianida, dan ujung negatif tertarik ke kation natrium. Interaksi ion-dipol yang kuat antara ion-ion natrium sianida dan molekul air memungkinkan natrium sianida larut dengan mudah dalam air.

Selain itu, proses pelarutan natrium sianida dalam air merupakan proses eksotermik. Menurut asas Le Chatelier, untuk proses pelarutan eksotermik, peningkatan suhu akan menggeser kesetimbangan reaksi pelarutan ke arah zat terlarut padat (tidak terlarut). Akan tetapi, dalam kasus natrium sianida, peningkatan suhu tetap menyebabkan peningkatan kelarutan. Hal ini karena peningkatan suhu juga meningkatkan energi kinetik molekul air dan ion, yang mendorong disosiasi natrium sianida menjadi ion dan dispersinya dalam air, sehingga mengesampingkan efek sifat eksotermik reaksi pelarutan terhadap kelarutan sampai batas tertentu.

Kelarutan dalam Pelarut Lain

Selain air, natrium sianida memiliki karakteristik kelarutan yang berbeda dalam pelarut lain:

  • etanol: Natrium sianida sedikit larut dalam etanol. Kelarutan dalam etanol jauh lebih rendah dibandingkan dengan air. Hal ini karena etanol merupakan pelarut yang kurang polar dibandingkan air. Bagian non-polar dari molekul etanol (gugus etil) mengurangi polaritas pelarut secara keseluruhan. Akibatnya, interaksi ion-dipol antara ion natrium sianida dan molekul etanol tidak sekuat interaksi dengan molekul air, sehingga menyebabkan kelarutan yang lebih rendah.

  • Pelarut organik lainnya: Natrium sianida memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam pelarut organik non-polar seperti benzena, eter, dll. Pelarut non-polar tidak memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan spesies ionik dalam natrium sianida. Karena molekul non-polar tidak memiliki pemisahan muatan yang signifikan, mereka tidak dapat menarik ion natrium dan sianida untuk memutus ikatan ionik dalam natrium sianida dan menyebarkan ion dalam pelarut.

Pentingnya Kelarutan

Aplikasi industri

Dalam majalah Penambangan emas industri, kelarutan tinggi natrium sianida dalam air sangat penting. Emas membentuk kompleks yang larut dengan natrium sianida dalam larutan air. Kompleks emas-sianida yang larut ini kemudian dapat diproses lebih lanjut untuk mengekstrak emas murni. Kelarutan natrium sianida dalam air memungkinkan pelindian emas yang efisien dari bijihnya.

Reaksi kimia

Dalam sintesis kimia, kelarutan natrium sianida dalam pelarut yang tepat memengaruhi laju reaksi dan hasil. Misalnya, dalam beberapa reaksi substitusi nukleofilik di mana natrium sianida digunakan sebagai nukleofil, kelarutannya dalam media reaksi (biasanya pelarut polar seperti air atau campuran alkohol-air) menentukan seberapa cepat ion sianida dapat bereaksi dengan substrat. Jika kelarutannya terlalu rendah, konsentrasi ion sianida reaktif dalam larutan akan rendah, yang dapat memperlambat reaksi atau bahkan mencegah reaksi berlangsung secara efisien.

Pertimbangan keselamatan dan lingkungan

Memahami kelarutan natrium sianida juga penting untuk keselamatan dan perlindungan lingkungan. Karena toksisitasnya yang tinggi, jika natrium sianida tidak sengaja tumpah, kelarutannya dalam air berarti ia dapat dengan cepat larut dan mencemari sumber air. Natrium sianida yang larut kemudian dapat melepaskan gas hidrogen sianida yang beracun jika terdapat asam atau dalam kondisi lingkungan tertentu. Pengetahuan tentang kelarutannya membantu dalam merancang strategi penanggulangan dan pemulihan yang tepat jika terjadi tumpahan.

Kesimpulannya, natrium sianida memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, yang bervariasi dengan suhu, dan kelarutan yang jauh lebih rendah dalam pelarut lain seperti etanol dan kelarutan yang sangat rendah dalam pelarut non-polar. Sifat kelarutan ini memainkan peran penting dalam Aplikasi industri, reaksi kimia, dan aspek terkait keselamatan.

Anda juga mungkin menyukai

Konsultasi pesan online

Tambahkan komentar:

+8617392705576Kode QR WhatsAppKode QR TelegramPindai kode QR
Tinggalkan pesan untuk konsultasi
Terima kasih atas pesan Anda, kami akan segera menghubungi Anda!
Kirim
Layanan Pelanggan Online